Grafik performa Chelsea bersama Rafael Benitez tak pernah menentu. Di bawah asuhan manajer asal Spanyol itu, Chelsea kadang mampu tampil garang tapi juga tak jarang bermain kurang meyakinkan.
Fakta terakhir menunjukkan betapa Chelsea masih belum bisa tampil stabil. The Blues pada awalnya sangat dijagokan mampu menang atas Reading tapi kemudian mereka kebobolan dua gol dan dipaksa menerima hasil imbang 2-2.
Situasi ini tak terlepas dari kebijakan yang dikeluarkan Benitez sebagai sang pelatih. Sumber internal Chelsea menyebutkan bahwa taktik dan strategi yang diterapkan mantan pelatih Liverpool ternyata sangat sulit dipahami oleh pemain Chelsea.
"Sesi pelatihan yang diberikan Benitez biasanya sangat teknis dan rinci. Tapi para pemain sangat sulit memahaminya sebab ada kondisi psikologi yang mempenagruhinya. Situasi ini mirip dengan kondisinya ketika di masa akhir bersama Liverpool," kata sumber tersebut seperti dikutip TRIBUNnews.comdari dailystar.com.
Benitez memang terkenal dengan persiapan detail dan teliti tetapi ketiadaan kejelasan akan nasibnya bersama Chelsea pada musim panas nanti membuatnya sering tidak klop dengan Frank Lampard dan kawan-kawan.
Dalam artian scara psikis, Benitez belum bisa mengeluarkan kemampuannya dengan allout untuk menerapkan semua sistem yang dimilikinya. Dia cenderung peragu dalam mengambil keputusan. Ini sering terlihat ketika dia sering lambat memasukkan pemain pengganti dalam sebuah pertandingan.
Tugas utama Benitez bersama Chelsea sebenarnya cukup simpel. Cukup baginya mempertahankan Chelsea berada di zona Champions hingga akhir musim sambilmelirik trofi FA. Tapi jika ini berhasil tak ada jaminan buatnya akan tetap bertahan sebab semua keputusan ada di tangah Roman Abramovic
0 komentar:
Posting Komentar